Tag Archive: Keutamaan Rasulullah


Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

KELAHIRAN RASULULLAH Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam

1. Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan mereka Al Kitab dan Al Hikmah dan sebelum itu, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran:164)

2. Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: “Sesungguhnya saya ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Esa.” (QS. Al Kahfi:11)

3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari Senin. Beliau menjawab: “Pada hari itulah aku dilahirkan, lalu diangkat menjadi Rasul dan diturunkan Al-Qur’an kepadaku.” (HR. Muslim)

4. Rasullauh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan pada hari Senin bulan Rabi’ul Awal di Makkah Al Mukarramah tahun Al Fiil (571 M), berasal dari kedua orang tua yang sudah ma’ruf. Bapaknya bernama Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibunya bernama Aminah binti Wahb. Kakek beliau memberinya nama Muhammad. Bapak beliau meninggal dunia sebelum kelahirannya.

5. Sesungguhnya termasuk kewajiban seorang muslim adalah hendaknya dia mengetahui kedudukan Rasul yang mulia ini, berhukum dengan Al Qur’an yang diturunkan kepadanya, berakhlak dengan akhlaknya serta mengutamakan dakwah kepada Tauhid yang mana risalahnya dimulai dengannya sesuai firman Allah Ta’ala:
“Katakan: Sesungguhnya saya hanya menyembah Rabbku dan saya tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (QS. Al-Jin:20)

NAMA DAN NASAB RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

1. Allah Ta’ala berfirman:
“Muhammad adalah Rasulullah.” (QS. Al Fath:29)

2. Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Saya memiliki lima nama: Saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi yang Allah menghapus kekufuran denganku, saya Al-Hasyir yang manusia dikumpulkan di atas kedua kakiku, dan saya Al-‘Aqib yang tidak ada Nabipun setelahnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dan Allah menamakannya dengan “Raufur Rahim”

3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenalkan dirinya kepada kita dengan beberapa nama: “Saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al Muqaffy (Nabi terakhir) dan Al Hasyir, saya Nabi At Taubah, Nabi Ar Rahman.” (HR. Muslim )

4. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidaklah kamu heran bagaimana Allah memalingkan dari saya cacian orang-orang Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencaci dan melaknat saya (dengan sesutu) yang sangat tercela, dan saya adalah Muhammad.” (HR. Bukhari )

5. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah telah memilih dari keturunan Ismail Kinayah, dan dari Kinayah Allah memilih Quraisy, dari Quraisy Allah memilih bani Hasyim, dan dari bani Hasyim Allah memilih saya.” (HR. Muslim )

6. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:
“Namailah diri kalian dengan nama-nama saya, tapi janganlah kalian berkuniah (mengambil gelar) dengan kuniah saya. Karena sesungguhnya saya adalah Qasim sebagai pembagi diantara kalian.” (HR. Muslim )

RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , SEOLAH-OLAH KAMU MELIHATNYA

1. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling tampan wajahnya, paling bagus bentuk penciptaannya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. (Muttafaq ‘Alaih)

2. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkulit putih dan berwajah elok. (HR. Muslim)

3. Bahwasanya badan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, dadanya bidang, jenggotnya lebat, rambutnya sampai ke daun telinga, saya (Shahabat-pent) pernah melihatnya berpakaian merah, dan saya tidak pernah melihat yang lebih indah dari padanya. (HR. Bukhari)

4. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepalanya besar, demikian juga kedua tangan dan kedua kakinya, serta tampan wajahnya. Saya (Shahabat-pent) belum pernah melihat orang yang seperti dia, baik sebelum maupun sesudahnya. (HR. Bukhari)

5. Bahwasanya wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bundar bagaikan Matahari dan Bulan. (HR. Muslim)

6. Bahwasanya apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam gembira, wajahnya menjadi bercahaya seolah-olah seperti belaian Bulan, dan kami semua mengetahui yang demikian itu. (Muttafaq ‘Alaih)

7. Bahwasanya tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tertawa kecuali dengan senyum, dan apabila kamu memandangnya maka kamu akan menyangka bahwa beliau memakai celak pada kedua matanya, padahal beliau tidak memakai celak. (Hadits Hasan, Riwayat At Tirmidzi)

8. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata: “Tidak pernah saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum.” (HR. Bukhari)

9. Dari Jabir bin Samrah Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada bulan purnama. Saya memandang beliau sambil memandang bulan. Beliau mengenakan pakaian merah. Maka menurut saya beliau lebih indah daripada bulan.” (Dikeluarkan At Tirmidzi, dia berkata Hadits Hasan Gharib. Dan dishahihkan oleh Al Hakim serta disetujui oleh Adz-Dzahabi)

10. Dan betapa indahnya ucapan seorang penyair yang mensifati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sya’irnya:

“Si Putih diminta memohon hujan dari awan dengan wajahnya
Si Pemberi makan anak-anak Yatim dan pelindung para janda.”

Sya’ir ini berasal dari kalamnya Abu Thalib yang disenandungkan oleh Ibnu Umar dan yang lain. Ketika itu kemarau melanda kaum muslimin, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memohon hujan untuk mereka dengan berdo’a: Allahummasqinaa (Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami), maka turunlah hujan. (HR. Bukhari)

Adapun makna dan sya’ir tersebut adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disifati dengan Si Putih diminta untuk menghadapkan wajahnya yang mulia kepada Allah dan berdo’a supaya diturunkan hujan kepada mereka. Hal itu terjadi ketika beliau masih hidup, adapun setelah kematian beliau maka Khalifah Umar bin Al Khathab bertawasul dengan Al Abbas agar dia berdo’a meminta hujan dan mereka tidak bertawasul dengan beliau.

Dinukil dari: Mengenal Pribadi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , Penulis: Syaikh Muhammad Jamil Zainu. Alih bahasa: Mukhlish Zuhdi. Penerbit Yayasan Al-Madinah, Shafar 1419 H, hal. 11-16

Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

1. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pemberi khabar gembira dan peringatan. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa sesungguhnya bagi merkea karunia yang besar dari Allah.” (OS. Al Ahzab: 45-47)

2. Allah Ta’ala berfirman:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seornag laki-laki di antara kamu. Tetapi dia adalah Rasulullah dan Penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab:;; 40)

3. Allah Ta’ala berfirman:

“Tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya: 40)

4. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Saya adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari Kiamat, dan saya yang pertama kali akan mengetuk pintu surga.” (HR. Muslim)

5. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Saya yang pertama kali akan memberi syafa’at ke surga, belum pernah di benarkan salah seorang dari para Nabi seperti dibenarkannya saya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari para Nabi yang tidak dibenarkan umatnya kecuali hanya seorang saja (dari mereka).”

6. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

“Saya memohon kepada Allah tiga perkara. Dia mengabulkan dua di antaranya dan menolak yang lain. Saya memohon kepada-Nya agar umat saya tidak dibinasakan dengan paceklik, maka Allah mengabulkannya. Lalu saya memohon kepada-Nya agar umat saya tidak dibinasakan dengan tenggelam, maka Dia mengabulkannya. Dan saya memohon kepada-Nya agar tidak menjadikan bencana di antara mereka, maka Dia menolaknya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabada:

“Saya memohon kepada Allah agar musuh tidak menguasai umatku, maka Dia mengabulkannya.” (HR. At Tirmidzi & An Nasa’I, dishahihkan oleh Al Albani).

7. Berkata Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dalam hadits tentang Israj’ Mi’raj, diantaranya: “Dan kedua belah mata Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam tidur, akan tetapi hatinya tidaklah tidur.” (HR. Muslim)

8. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Saya adalah pemimpin anak Adam pada hari Kiamat, saya yang pertama kali dikeluarkan dari kubur, yang pertama kali memberi syafa’at dan yang pertama kali diberi hak untuk memberi syafa’at.” (HR. Muslim)

9. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

“Saya diberi keutamaan atas para nabi dngan enam perkara: Saya diberi Jawami’ul Kalim 1) saya ditolong dari ketakutan, dihalalkan bagi saya rampasan perang, bumi dijadikan untuk saya sebagai Masjid dan tempat yang suci, saya diutus kepada semua makhluk, dan saya sebagai penutup para nabi.” (HR. Muslim)

10. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Saya diiutus dari generasi terbaik anak Adam dari generasi-generasi, sampai saya berasal dari generasi yang saya berasal darinya.” (HR. Bukhari)

11. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya perumpaan saya jika dibandingkan dengan para Nabi sebelum saya adalah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah gedung, dia memperbagus dan mempercantik gedung tersebut, kecuali tempat bata merah yang terletak di pojok bangunan. Manusia mengelilingi bangunan itu dan kagum daripadanya. Mereka berkata: Alangkah sempurnanya bila diletakkan bata merah ini. Beliau berkata: Akulah bata merah itu, dan saya adlah penutup para nabi.

12. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya di sisi Allah, saya ditetapkan sebagai penutup para Nabi, dan bahwasanya Adam sungguh dilemparkan di muka bumi. Saya akan memberi tahu kalian tentang urusan saya yang pertama kali , yaitu: Dakwahnya Nabi Ibrahim, berita gembiranya Isa, dan mimpi Ibu saya yang dilihatnya ketika melahirkan saya , telah keluar darinya cahaya yang menerangi istana Syam.” (Dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi, dan dishahihkan Al Albani di Misykah)

13. Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau berada di Gua Hira’. Dia berkata: Iqra’bismi Rabbikal ladzi khalaq (Al ‘Alaq:1). Maka pulanglah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan hati yang bergetar. Beliau menemui istrinya Khadijah binti Khuwailid dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Beliau berkata: “Saya cemas,” Khadijah menjawab: “Sekali-kali tidak, Demi Allah, Dia tidak akan menghinakan kamu selama-lamanya. Karena kamu suka menyambung tali silaturrahmi, menanggung anak yatim, memberi pekerjaan kepada yang membutuhkan, memberi makan tamu, dan membantu wakil-wakil kebenaran.” Kemudian Khadijah pergi bersama Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam ke rumah Waraqah bin Naufal. Berkata Khadijah: “Wahai anak pamanku, dengarkan apa yang akan dikatakan oleh anak saudaramu ini!’ Lalu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakan apa yang dilihatnya. Waraqah berkata: “Ini adalah Namus (Jibril) yang telah diturunkan Allah kepada Musa. Duhai kiranya aku masih bisa bertahan, kiranya aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu,” Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Apakah mereka akan mengusir saya?” Dia menjawab: “Ya, tidaklah seseorang datang membawa sesuatu seperti yang kau bawa kecuali akan dimusuhi. Kalau saya masih bisa menjumpai hari-harimu itu maka saya akan menolongmu dengan pertolongan yang besar.’ (HR. Bukhai di Kitab Bad’ul Wahyi)

catatan kaki:

1) Jawami’ul Kalim: Kata-kata yang ringkas tetapi mengandung makna yang luas.

Diketik ulang dari: Mengenal Kesempurnaan Rasul, Muhammad bin Jamil Zainu, Penerbit: Yayasan Al-Madinah, cetakan pertama: Juni 1999 M/ Shafar 1419 H, hal.17-22