Category: Artikel


(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Cek Arah Kiblatmu Pukul 4 Sore!
http://www.detikNews.com


Jakarta – Tidak yakin dengan arah kiblat yang dipakai selama ini? Sore nanti pukul 16.18 WIB adalah saat yang tepat untuk membetulkan arah kiblat Anda.

Saat itu matahari akan berada tepat di atas Kabah di Makkah. Bayangan yang tampak pada saat itu tepat menuju arah Kabah.

“Jadi hari ini matahari akan berada tepat di atas Makkah pukul 16.18 WIB sore ini. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk menyempurnakan arah kiblat,” kata peneliti utama astronomi LAPAN, Thomas Djamaluddin kepada detikicom, Jumat (28/5/2010).

Thomas mengatakan bagi yang tidak berkesempatan mengukur arah kiblat pada sore nanti, masih ada kesempatan pada hari Sabtu dan Minggu di waktu yang sama dengan toleransi plus-minus 5 menit.

“Masih cukup akurat dua hari dari tanggal sekarang. Waktunya toleransi 5 menit sebelum dan sesudah bisa mulai pukul 16.13 sampai 16.23,” terangnya.

Bagi mereka yang berada di wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT) waktu pengukuran bisa menyesuaikan dengan perhitungan waktu WIB.

Menurutnya tidak perlu alat khusus untuk mengukur arah kiblat tersebut. Hanya saja untuk keakurasian pengukuran dia menyarankan untuk menggunakan benda tegap semisal tiang pancang atau tiang bendera untuk mengukur arah bayangan.

Komisi dari Duitbux

Hore… komisi saya di PTC DuitBux telah ditransfer ke rekening BNI saya. Duitbux memang mantep dah.  Ini PTC yang paling di rekomendasikan nih. Sangat jujur dan proses payoutnya tidak berbelit-belit, padahal saya masih Standard Member loh.

Bagi teman2 yang mau ikutan PTC DuitBux silahkan klik disini atau banner dibawah ini.

DuitBux

foto: asiatravelfoto: asiatravel

Partai Keadilan Sejahtera atau PKS adalah partai politik pertama yang akan melaksanakan Munas di hotel super mewah Ritz Carlton. Rencananya, PKS akan melangsungkan Munasnya pada tanggal 16 hingga 20 Juni mendatang.

Partai sekaliber Golkar saja, baru memanfaatkan hotel mewah Amerika ini hanya pada acara pelantikan pengurus DPP Golkar pada Oktober lalu. Saat itu, Aburizal Bakrie melantik pengurus Golkar hasil Munas di Pekanbaru.

Untuk acara besar yang menyertakan orang banyak, mungkin baru Hipmi atau Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang pernah menyelenggarakan munasnya di hotel yang rata-rata tarif kamarnya itu berkisar 300-an dolar Amerika per malam.

Hotel ini pernah disorot media lantaran pernah dibom pada tanggal 17 Juli tahun lalu. Lokasi hotel berada di daerah elit Jakarta, Mega Kuningan. Lokasinya berseberangan dengan hotel yang juga sama-sama pernah dibom, Hotel JW Marriot. Dan untuk munas PKS kali ini, PKS melangsungkan acaranya di Hotel Ritz-Carlton, Sudirman, di kawasan SCBD.

Menurut sekretaris OC Munas, Yudi Widiana Adia, mantan ketua DPW Jabar,  seperti yang diberitakan detik, tujuan PKS memilih hotel mewah ini untuk meningkatkan citra partai.

Alasan lainnya, karena di Ritz Carlton terdapat ball room yang cukup untuk menampung 2.700 peserta yang akan menyemarakkan acara Munas partai yang mempunyai motto: Bersih dan Peduli itu. mnh

Perang baru-baru ini yang diluncurkan oleh Israel di Jalur Gaza pada akhir Desember 2008 lalu, memaksa beberapa wanita dan gadis-gadis Palestina untuk mencari cara melindungi diri mereka sendiri sebelum kematian dari Allah datang dan penghancuran yang dilakukan Israel, yang tidak membedakan mana sasaran militer dan sipil tak bersenjata, perempuan dan anak-anak, sehingga pada agresi militer Israel lalu menewaskan sekitar 211 wanita.

Dalam menghadapi kenyataan ini, Lina seorang wanita dari Gaza, telah menikah dan memiliki empat anak, hanya akan menggunakan senjata ringan untuk mempertahankan diri jika Israel mengulangi perang mereka di Jalur Gaza.

Lina mengatakan bahwa dirinya berada di areal pelatihan militer bertujuan agar semua perempuan Palestina dapat juga membela diri. Israel telah membunuh 211 perempuan dalam perang baru-baru ini di Gaza, yang meletus pada akhir Desember 2008, dan ini menjadi penting bagi kita untuk membela anak-anak kita dan diri kita dari serangan lain Israel.”

Lina berpendapat bahwa pekerjaannya itu sama sekali tidak mempengaruhi pernikahannya dan perlawanan terhadap Israel. Dia mengatakan kepada Arab News kehidupan rumah tangganya di dalam rumah begitu indah, “saya jadi lebih aktif dan bergairah ketika saya kembali dari tempat pelatihan militer, lihat saya, suami saya, dan anak-anak tersenyum dan penuh semnagat, sering anak-anak saya menyiapkan perbekalan untuk saya sebelum saya berangkat ke lokasi pelatihan militer.”

Dia meyakinkan bahwa pelatihan militer yang ia ikuti tidak berbeda dari yang dilakukan oleh kaum pria. “Saya tidak mengikuti pelatihan yang hanya untuk perempuan, pelatihan militer sama baiknya untuk laki-laki atau perempuan, dan harus melewati tahap-tahap yang sangat sulit selama periode pelatihan.”

Lina meyakini bahwa perlawanan bersenjata adalah sah selama Israel menduduki tanah Palestina, ia mengatakan: “Kami bisa mati setiap saat selama Israel melepaskan tembakan ke rumah kami, dan ini banyak terjadi di banyak keluarga di Gaza, tetapi lebih baik mati dengan penuh kehormatan dan martabat dan mencoba untuk melawan sebelum ajal benar-benar datang menjemput,” katanya dengan penuh percaya diri.

Lina menjadi bagian dari anggota Brigade Perlawanan Nasional, sayap bersenjata Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, sebuah faksi Organisasi Pembebasan Palestina yang berideologi nasionalis-sosialis. Hal ini jarang terjadi di Jalur Gaza untuk menemukan perempuan yang aktif dalam aksi militer melawan tentara Israel, namun perang Israel baru-baru ini membuat dirinya dan puluhan wanita lain di Gaza secara serius memikirkan dan melegitimasi untuk membela diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.

Dia berkata: “Tidak ada alternatif lain selain mengangkat senjata, kami tiap hari disini mati secara percuma, dan Israel telah memutuskan untuk mengambil alih tanah kami dan pembunuhan setiap hari akan terus berlanjut.”(fq/aby)