Cinta seorang Muslim kepada saudaranya yang dilakukan karena Allah Subhanahu wataala adalah buah iman dan akhlaq yang baik.

Cinta itu adalah pagar penjaga Allah untuk hati seorang hamba, dan Allah meningkatkan iman padanya agar tidak pudar dan melemah.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda:

“ Pengikat tererat Iman itu adalah engkau mencintai karena Allah, dan engkau membenci karena Allah”. (H.R. Imam Thabrani dalam Mu jam Al Kabir, Hadits ke-11537).

Orang-orang yang dipilih untuk mendapatkan cinta harus punya kejelasan dan tujuan yang bermanfaat bagi seseorang dalam hal agama, dunia dan akhiratnya.

Oleh sebab itu memilih teman merupakan hal yang sulit dan pelik dan memerlukan taufik.

Seseorang yang berakal tidak layak bersahabat dengan setiap orang yang dijumpai, karena manusia itu makhluq yang saling mempengaruhi.

Salah memilih sahabat akan membawanya kepada akibat kerugian dan

penyesalan.

Ibn. Hajar Rahimahullah berkata : “ Tidak selayaknya seseorang menyepele-kan dalam memilih orang yang pantas untuk dijadikan sahabat “.

Rasulullah Shalallahu alaihi Wassalam bersabda :

“ Seseorang tergantung pada agama rekan dekatnya. Untuk itu, hendaknya salah seorang diantara kalian melihat siapa yang ia jadikan sebagai sahabatnya”.

(H.R. Abu Daud, hadits 4833, juga Imam Tirmidzi, Hadits 2379 Juz 7 hal 111 hadits hasan gharib. Al-Albani mentashihnya dalam Shahih Sunan Abu Daud, Hadits ke- 4046, Juz.3, hal 917).

Tulisan ini dinukil dari buku yang berjudul:

“ Syarh Asbaab Al- Asyrah Al- Muwajibat Limahahabatillah “ atau edisi Indonesia

“10 Kekasih Allah” karya Ibnu Qayyim Al- Jauziyah

Iklan