Kantor perdana menteri Israel berang mendengar laporan bahwa otoritas Palestina menggunakan nama Yahya Ayyash sebagai nama salah satu jalan di kota Ramallah. Apalagi jalan itu berada di kawasan strategis di mana terdapat kantor-kantor pemerintahan otoritas Palestina.

Kantor Perdana Menteri Israel langsung meminta dukungan internasional agar mengutuk tindakan otoritas Palestina itu. Bagi Israel, penggunaan nama Yahya Ayyash sebagai nama jalan di Ramallah–kota yang berlokasi di bagian tengah wilayah Tepi Barat–adalah sebuah penghinaan.

“Jalan yang menggunakan nama teroris Yahya Ayyash bersebelahan dengan gedung pemeirntahan otoritas Palestina. Ayyash adalah pembunuh ratusan warga Israel yang tak berdosa, baik laki-laki, kaum perempuan dan anak-anak. Tindakan itu merupakan penghinaan yang mengejutkan, yang dilakukan oleh otoritas Palestina.

Dunia harus mengutuk Palestina atas tindakan ini, yang telah mendorong aksi teror dan bertentangan dengan perdamaian,” demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Israel dalam siaran di televisi Israel, Channel 10.

Yahya Ayyash adalah anggota sayap militer Israel, Brigade Al-Qassam yang dikenal sebagai juru racik bom. Ia mendapat julukan “sang insinyur” karena kepandaiannya membuat bom.

Ayyash bergabung dengan Brigade Al-Qassam ketika masih menjadi mahasiswa jurusan teknik listrik di Universitas Birzeit pada tahun 1992. Pada tahun yang sama pula, ia merakit bom untuk pertama kalinya, yang rencananya akan digunakan untuk melakukan serangan bom ke wilayah Israel di Ramat Gan. Tapi rencana itu gagal karena berhasil bomnya ditemukan dan dijinakkan oleh petugas pencari ranjau.

Ayyash yang lahir pada tahun 1966, aktif di wilayah Tepi Barat dan kabarnya sering menyamar dengan mengenakan busana perempuan atau mengenakan topi khas orang Yahudi dalam melakukan aksinya. Ia juga sering menempelkan stiker bertuliskan dukungan terhadap penjajahan Israe di Dataran Tinggi Golan di mobil yang dikendarainya, untuk menghindari kecurigaan tentara-tentara Israel.

Israel menuding Ayyash terlibat dalam aksi-aksi teror, seperti serangan bom mobil, penyelundupan bahan peledak ke Israel serta melatih para pelaku bom bunuh diri. Ayyash diburu tentara Israel setelah peristiwa serangan bom mematikan di jalan Dizengoff, Tel Aviv.

Menghindari kejaran tentara Israel, Ayyash melarikan diri ke Jalur Gaza. Tapi setahun kemudian, pada bulan Januari, Israel berhasil membunuh Ayyash dengan menggunakan bom yang dikendalikan melalui telepon genggamnya. (ln/Ynet/imemc)

Iklan