Pemerintahan administrasi Obama secara resmi menggelar operasi untuk menangkap atau membunuh seorang ulama Muslim kelahiran Amerika yang saat ini tinggal di Yaman atas peran yang dituduhkan kepadanya dengan keterkaitan dalam jaringan al-Qaidah di Semenanjung Arab, kata pejabat AS pada hari Selasa kemarin (6/4).

Keputusan untuk memasukkan Anwar Al-Awlaqi ke dalam daftar target AS menyusul setelah adanya kajian dari Dewan Keamanan Nasional terkait statusnya sebagai warga negara AS. Para pejabat AS mengatakan Al-Awlaqi menjadi ancaman keamanan langsung terhadap Amerika Serikat.

“Awlaqi terbukti merupakan sebuah ancaman,” kata salah satu pejabat AS, yang tidak menyebutkan nama, ia menambahkan, “Awlaqi menjadi target kami.”

Jane Harman, ketua Dewan Keamanan Subkomisi Intelijen, menjelaskan bahwa Awlaqi sebagai orang yang “bisa jadi seseorang, yang merupakan teroris, yang mungkin saja menjadi teroris Nomor 1 dalam hal ancaman terhadap kami.”

“Dia (Awlaqi) sangat banyak tanda-tanda keberadaannya di Yaman,” kata Harman, yang baru-baru ini mengunjungi Yaman untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat dan Yaman.

Harman mengatakan kepada Reuters bahwa kewarganegaraan Amerika Awlaqi membuat pengejaran terhadap dirinya menjadi “agak rumit.”

Namun Harman mengatakan bahwa Presiden Barack Obama dan pemerintahannya telah “membuat persoalan ini sangat jelas bahwa orang-orang, termasuk orang Amerika yang mencoba untuk menyerang negara kami, adalah orang-orang yang pasti akan kami kejar … dan mereka adalah target dari Amerika Serikat.”

Yaman telah melakukan serangan udara dengan bantuan militer AS menargetkan pemimpin al-Qaidah, tetapi ada laporan yang bertentangan tentang apakah Awlaqi ada dalam setiap serangan tersebut. Para pejabat percaya Awlaqi masih bersembunyi di Yaman.

Badan-badan intelijen AS telah melihat terutama Awlaqi sebagai seorang simpatisan al-Qaidah dan perekrut untuk para ‘Islamis’ yang mungkin saja ada kaitannya dengan beberapa pembajak 11 September 2001,.

Tapi penilaian tersebut mulai berubah pada akhir tahun lalu dengan adanya kontak Awlaqi dengan kedua tersangka, yang pertama seorang Nigeria yang mencoba meledakkan pesawat Detroit pada tanggal 25 Desember dan yang kedua kontak dengan seorang psikiater Angkatan Darat Amerika Serikat yang dituduh menembak mati 13 orang di pangkalan militer Texas pada 5 November tahun lalu.(fq/aby)

Iklan